Sebuah Bukti Cinta

Seorang pecinta tentu tergetar hatinya pada lirik cinta yang begitu anggun menyulut kerinduan pada sosok yang begitu dicintainya. Kunjungan lirik cinta pada hati pemuda yang dirundung kasmaran membuatnya rindu, rindu, dan rindu pada kekasih hatinya! Ingin saja ia bergegas pergi dari lamunan diam kamarnya dan berlari menjemput bunga hatinya. Karena ia begitu cinta, cinta, dan cinta pada kekasih hatinya!

Cinta selalu menyulut rasa rindu yang mendalam. Letupan kecil namanya pada sebuah lirik cinta menyulut dentuman besar pada hati sang pecandu cinta. Mendengar perbicangan yang mengulang-ulang namanya membuat hati meletup berkali-kali. Menguping orang yang membisik-bisikkan namanya membuat hati berdesir berkali-kali. Namanya, namanya, dan namanya selalu menyulut rindu di hati!

Pada diri seorang manusia, perasaan cinta memang selalu mengisi bagian ruang tertentu dalam hatinya. Wajar jika riuh suara manusia yang mengulang-ulang namanya membuat kerinduan semakin menggebu. Namanya, namanya, dan namanya seperti pematik api pada bara cinta yang memenuhi satu ruang bagian hati. Itu karena seorang manusia mencintai si pemilik nama itu. Namun, bagaimana dengan nama-Nya, nama-Nya, dan nama-Nya? Akankah meletupkan satu ruang cinta dalam hati ketika riuh suara manusia mengulang-ulangnya?

Paling tidak nama-Nya, nama-Nya, dan nama-Nya ada pada lima waktu itu, pada saat adzan berkumandang dengan anggun menyampaikan lirik yang mengulang-ulang nama-Nya. Menantikan mereka yang mengaku beriman, melihat rasa apa yang berkecamuk dalam hatinya ketika kumandang adzan menggema dan membaur dalam riuh rendah suara kehidupan. Akankah ia bergegas pergi dari lamunan diam kamarnya dan menyambut sebuah panggilan cinta? Sudah selayaknya bekal keimanan dalam dirinya akan menghadirkan cinta seorang hamba kepada pencipta-Nya, dan menghasilkan perasaan rindu akan sebuah pertemuan. Cinta itu akan menyulut syaraf-syaraf hidupnya, menendang-nendang kelalaiannya, dan menggegaskan langkah kakinya pada sebuah panggilan cinta.

Jika benar cinta maka tentu saja panggilan mulia itu akan terasa begitu indah, dan benar-benar menghadirkan rasa yang sangat indah karena Dia yang dicinta telah memanggil, dan hanya untuk-Nya lah langkah ini menyambut dalam sembah sujud kehambaan seorang manusia.

Jika saja cintanya tak membunuh cinta-Nya..

Allahu Akbar.. Allahu Akbar..

Advertisements

4 thoughts on “Sebuah Bukti Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s